Pep Guardiola Puji Duet R Di Bayern Munchen

Pep Guardiola Puji Duet R Di bayern MunchenPep Guardiola Puji Duet R Di Bayern Munchen – Pelatih Bayern Munchen Pep Guardiola sangat berterima kasih kepada duet sayap Franck Ribery dan Arjen Robben. Kedua pemain itu merupakan senjata andalan bagi tim asuhhannya untuk menuai kesuksesan di sela-sela kamp pelatihan yang diadakan di negara Timur Tengah, Qatar, pada awal pekan.

Ribery – yang menjadi pemain terbaik di paruh pertama sesuai hasil polling dari para pesepakbola Bundesliga pada pekan ini – kemungkinan besar bakal menyabet gelar individu yang berharga, FIFA Ballon d’Or di Zurich, Swiss.

“Saya tidak pernah sebelumnya melihat pemain sepertinya dan berada pada tingkat permainan tertentu, bagaimana perjuangannya untuk tim ini. Tentu merupakan suatu penghargaan bagi saya untuk bisa menjadi pelatih mereka,” tutur Guardiola.

Guardiola juga memberikan jaminan kepada Ribery untuk meninggalkan kamp pelatihan Bayern untuk sementara waktu, dan menuju ke perayaan penyerahan gelar Ballon d’Or, di mana ia akan langsung berhadapan dengan dua wajah lama, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

“Ia harus pergi kesana dan kemudian mengawalinya dengan sebuah senyuman dan mewujudkan apa yang dicita-citakan olehnya. Sangat tidak mudah untuk memperoleh penghargaan seperti itu. Ia harus berjuang untuk memperolehnya,” ungkap Guardiola.

“Ketiga daftar nama itu merupakan individu yang luar biasa. Saya jauh lebih senang untuk tidak menentukan siapa yang lebih berhak diantara ketiganya.”

Pelatih Bayern itu juga memuji pemain sayap asal Belanda, Arjen Robben, yang sat ini sedang memulihkan diri dari cedera lutut yang menimpanya pada awal Desember.

“Saya sangat menyukai penampilan Arjen Robben,” tutur Guardiola. “Di sepanjang karir saya baik sebagai pemain dan pelatih, mungkin saya hanya melihat satu atau dua pemain yang memiliki sikap profesional seperti Arjen. Ia benar-benar seseorang yang bermentalitas luar biasa.

“Bahkan jauh sebelum diterpa cedera, permainannya sungguh mengundang decak kagum. Saya berharap ia bisa kembali dalam waktu yang tidak lama, dan tentunya mempertahankan performa seperti di paruh pertama musim ini.”

Sementara itu gelar pribadi juga disematkan kepada penjaga gawang Manuel Neuer, yang menjadi penjaga gawang terbaik di dunia dan penghargaan ini diberikan oleh IFFHS (International Federation of Football History and Statistics).

Penulis sepakbola dan para ahli dari 70 negara menetapkan suara kepada Manuel Neuer dan hal ini sekaligus mengakhiri masa lima tahun penjaga gawang Real Madrid, Iker Casillas, sebagaimana sang penjaga gawang menjadi bagian penting dalam sejarah Bayern Munchen untuk memenangkan gelar musim lalu, dan juga di akhir tahun kemarin.

Penjaga gawang berusia 27 tahun itu mengakhiri posisinya di urutan kedua pada tahun 2011 – namun kali ini tidak ada yang bisa menandingi-nya lagi, dengan mengumpulkan 130 angka, dari posisi kedua Gianluigi Buffon.

Gianluigi Buffon, 35 tahun, sudah berada di posisi lima besar dalam kurun waktu 14 tahun berturut-turut – empat diantaranya merebut penghargaan itu – setelah menjalani beberapa musim dengan gemilang di Italia.

Sementara itu penjaga gawang Chelsea, Petr Cech, 31 tahun, mengakhiri posisi di peringkat ketiga, dan Thibaut Courtois, yang akan menjadi penerusnya di Stamford Bridge, dan berstatus pinjaman di Atletico Madrid, membayangi di peringkat empat.

Kiper Barcelona, Victor Valdes, mengakhiri di peringkat lima besar, di mana Iker Casillas dan Salvatore Sirigu dari Paris Saint-Germain – hanya berada di tujuh besar.